Anak Jalanan Menjadi Punggung Keluarga
Di siang hari yang panas
saat itu,di suatu terminal
Yaitu Terminal Kampung Malaya ada seorang Anak Jalanan
yang berprofesi sebagai penyapu jalan di terminal tersebut,Anak Jalanan itu
bernama Dewa.
Dewa adalah seorang anak
yang sudah
Menjadi Tulang Punggung keluarga – Nya sejak kedua
orang tua – Nya sudah tidak bisa lagi menjadi tulang punggung keluarga,dan Dewa
menjelaskan itu semua dengan berkata “ayahku sudah tidak bisa bekerja lagi
karena punggung - Nya sakit karena
memikul barang yang berat,dan ibunya sudah meninggal sejak aku kecil”dan kedua
kakak – Nya juga tidak bisa karena kakak – Nya yang kesatu meninggal dan yang
kedua pergi tanpa sebab dan Dewa menjelaskan seua itu dengan berkata “Kakak
saya yang pertama sudah meninggal karena keserempet kereta,kakak saya yang
kedua tiba – tiba pergi tanpa sebab entah kemana,kejadianya saat saya pulang
dari sekolah,dan para tetangga saya juga tidak tahu kemana Dia pergi”,dan Dewa
juga masih mempunyai adek – adek – Nya yang harus Ia hidupi.
Pekerjaan Dewa yang hanya
menjadi penyapu jalanan
Tidak membuat Dewa mengeluh untuk mencari uang, Dia
berusaha mencari uang hanya untuk makan keluarganya yaitu Bapak,Adek – adek –
Nya ,dan Ia sendiri.
Dewa selalu berangkat menuju terminal sendirian,jalan
kaki,dan tanpa menggunakan alas kaki padahal rumah – Nya dengan terminal
lumayan jauh apalagi Ia berangkat sebelum jam 9,dan Dewa menjelaskan semua itu
dengan berkata”sudah biasa,karena itu sudah menjadi aktivitas saya sehari – hari
dan Ia tidak merasa panas karena sudah kebiasaanya” Dewa bekerja menyapu jalan
dari jam 09.00 – 12.00 apakah Dewa bersekolah,Dewa menjelaskan semua itu dengan
berkata “Saya sekolah masuknya siang hari tidak di pagi hari” dan berapa upah
Dewa bekerja sebagai penyapu jalanan setiap harinya?.
Penghasilan Dewa tidak seberapa dibandingkan dengan
Pemulung dan Dewa menjelaskan dengan berkata “Penghasilan Saya setiap
harinya hanya Rp 5.000,00”dan untuk apa penghasilan Dewa yang tidak seberapa
itu? dan Dewa menjawaab “Untuk makan nasi”dan apa lauknya ? dan Dewa menjawab
dengan pelan “Tempe dan Mendoan” apakah Dewa memakanya sendiri? Dewa berkata “Saya
memakan 1 nasi+ lauk untuk berempat yaitu Ayah saya,Saya ,dan Adek – adek Saya”.dan
sekolah dimanakah Dewa dan kelas berapa kok Dia sudah menjadi tulang pungung
keluarga dan hanya mendapat penghasilan Rp 5.000,00? Dewa menjawab “Saya
bersekolah di SD 06 dan kelas 2”,begitu kasihanya anak kelas 2 sudah menjadi
tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang tidak seberapa.
Dengan membaca kisah Dewa
diatas kita
Diharapkan menjadi anak yang tekun dalam berbagai hal
tidak hanya dibidang agama saja tetapi juga pengetahuan,teknologi,dll dan juga
kita harus bersyukur yaitu menjadi anak yang bisa sekolah,dengan orang tua yang
masih bisa mencari uang.
Pesan/Amanat :
1. Sebagai anak kita harus bersyukur
2. Sebagai anak kita harus berbakti kepada Orang Tua
3. Bersyukur karena bisa sekolah dengan tenang dan nyaman
4. Bersyukur karena kedua Orang Tua kita masih hidup/bisa mencari uang
